DESKRIPSI SIMPEL TENTANG PELAYANAN PRIMA BIROKRASI

Birokrasi sering mendapat predikat sebagai intitusi yang dipenuhi aparatur yang lebih mementingkan diri sendiri dalam melaksankan tugas dan fungsinya sebagai aparatur abdi negara secara auto abdi rakyat negara. Hal ini mungkin cukup beralasan karena di era reformasi masih ditemukan pola pelayanan pada masa feodalisme sekehendak hati dan menilai benar salah sebuah prilaku melayani menurut pendapat sendiri, tanpa adanya filosofi yang mempu meningkatkan dedikasi mereka terhadap amanat yang mereka emban, mekipun tidak semuanya. Tentu masih ada juga daerah yang mampu memberikan pelayanan baik terhadap masyarakatnya, akan tetapi angka kebobrokan jauh lebih tinggi dari yang melakukan perubahan menuju perbaikan.
Dalam hal pelayanan prima faktor manusia adalah merupakan penentu terhadap tujuan pencapaian kepusan layanan.
Pelayanan Prima adalah sebuah pelayanan terbaik kepada masyarakat pelanggan/ Pengguna Jasa , pelayanan prima ada bila ada standar pelayanan dan pelayanan diberikan seusai atau lebih dari standar yang ditetapkan.
menurut sedarmayanti (2004) dalam memberikan pelayanan hendaknya mengacu pada hal sebagai berikut :
1. Kepuasan total pelanggan (pengguna jasa layanan).
dalam praktek yang kita temui biasanya masyarakat dalam mendapat layanan, terutama pada instansi daerah sering mendapat pelecehan, karena ada oknum yang merasa “mereka yang memerlukan kami dan tentunya semua kehendak kami yang harus dikuti” terkadang karena kebodohan dan keluguan masyarakat acap kali masyarakat harus dipermainkan dengan berbagai macam alsan untuk mendapatkan imbalan uang diluar ketentuan yang berlaku.
sejujurnya hal ini biasa terjadi dan sudah merupakan santapan pahit masyarakat diberbagai daerah atas pola layanan aparatur seperti ini.
pelayanan serupa bahkan sering terjadi pada layanan sektor kesehatan demi kepentingan pribadi. bukan kepuasan total bagi masyarakat.

2. Menjadikan Kualitas sebagai tujuan utama pelayanan.
Selama ini Pegawai Negeri terlalu terpaku pada aturan dan petunjuk atasan, sementara pada keadaan tertentu terlalu sulit bagi mereka menginterprestasi sebuah aturan sehingga mereka dapat menyelesaikan sesuai dengan tujuan palayanan prima. sementra itu guna mencapai sebuah pelayanan prima perlu di letakkan misi dalam melayanan sehingga pelanggan merasa puas dan adanya efesiensi waktu dan biaya dalam memberikan layanan.
Untuk mencapai organisasi yang berkualitas perlu juga untuk meningkatkan profesionalisme aparatur.
Profesionalisme bisa dicapai melalui perguruan tinggi, pelatihan maupun pendidikan lainnya. Setidaknya profesionalisme harus didukung oleh kemampuan secara teoritis dan mampu diaktualisasikan dalam pekerjaan sehingga memiliki nilai khusus yang memiliki efesiensi dalam bekerja dan efektifitas terhadap kinerja baik personal maupun secara kelompok.

3. Membangun kualitas dalam sebauh proses.
Pembangunan kualitas dalam proses dapat dikatakan berjalan selama era reformasi ini, akan tetapi banyak strategi dalam membangun kualitas tidak berjalan progresif, hanya berjalan sesuai dengan keadaan lingkungan saja. Sementara sebuah organisasi yang baik harus mampu sebagai transformator ilmu pengetahuan dan teknologi bukan menerima transformasi dari lingkungannya. Oleh sebab itu pola perekrutan yang menyimpang dengan kualitas pengabdian belaka tanpa kemapuan secara aplikatif dengan kompetensi yang dimiliki membuat peningkatan kualitas malah menjadi lamban. Untuk itu harus ada puya perubahan perekrutan dan membunuh pola nipotisme seminimalisir mungkin, bukan hanya untuk menutupi praktek KKN di mata publik, dan perlu keterbukaan dan skala kompetensi yang dibutuhkan, bukan demi meningkatkan kwantitas aparatur selama proses berjalan.
Strategi terselubung pembrantasan pengangguran dengan membuka lapangan kerja sektor pemerintahan seluas- luasnya adalah strategi yang tidak relevan. Jika kuantitas tersebut tidak memberikan efektifitas kinerja aparatur yang tersedia. Sementara efesiensi pelayanan publikpun hanya beda cover akan tetapi isi sama.
4. Menjalin Kemitraan yang baik internal eksternal
Dalam mencapai pelayanan prima perlu sikap kerja internal aparatur harus dipertahankan, tentunya tidak menjadikan sebuah persaingan dalam perebutan jabatan politik, aparatur adalah pemangku jabatan karieer jadi tunjukkan kinerja bukan seberapa banyak fulus yang dimiliki atau banyaknya koneksi dengan pemangku jabatan lebih tinggi yang memiliki prerogatif untuk melakukan resaffle jabatan instansi.
Hubungan dengan masyarakatpun harus dipertahankan, begitu juga dengan rekanan dengan tetap melakukan transparansi di berbagai urusan. Bukan sebuah lembaga yang memiliki aparatur bermental SPPD (surat Perintah Perjalanan Dinas) yang nanti menelorkan sebuah produk UUD (Ujung- Ujung-kan ada Duitnya). Kemintraan eksternal dapat berupa fasilitasi, konsultasi dan hal urgensi sehubungan tugas dan fungsi organisasi pemerintahan tersebut.
Untuk memberikan sebuah pandangan tentang sebuah kebijakan guna mencapai tujuan kualitas pelayanan Gunn dalam Parson (2001:481) Tentang implementasi kebijakan sempurna ditemukan dalam model penyediaan layanan Kemanusiaan (Human Service), Kesejahteraan (walfare), Pendidikan (Education) dan Kesehatan (Healt); yakni pelayanan yang diberikan untuk orang.
Sebuah organisasi guna mencapai kualitas dalam mempertahankan eksitensi dalam arti keberadaan nyata organiasasi ataupun eksistensi dalam pandangan masyarakat harus menetapkan strategi yang jelas dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam prilaku pelayanan, bukan hanya sebagai tempat bercerita dan menerima gaji setiap awal bulannya. Sebagai brigade dengan kode sandi 816 yang masuk Pukul 08.00 dan pulang jam 16.00

Dedi Fitriadi SH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s