Sajak dan Puisi

Hilang Ku belum kembali
(ODE Anti Narkoba)

“Keitka Berjalan malam kelam”
“hembusan kabut menjelang pagi menusuk”
“dalam letih tiada daya”
“aku mencoba ikhtiar bersama dosa
yang merangkul raga dan kalbu”

kalbu mati suri raga hilang dalam fana
sesal tiada tersentuh saat ini di malam murka.
tetesan uap air pembakaran arang neraka
mendekap takut tiada, meski sementara
aku masih berdosa.

“namun waktu tetap berlalu”
“aku masih hanyut dengan tulang tulangku
yang keropos disaat aku terlalu belia”
“Air Muka ku makin keriput
disaat terasa aku masih sangat muda”
“sesal tiada meng hampiri aku masih hilang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s